Featured

First blog post

This is the post excerpt.

This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

post

Monster

“Kenapa aku di lahirkan?”

Setiap anak yang lahir di dunia ini akan membawa kebahagian untuk orang tua mereka, tapi tidak semua anak memiliki kebahagian dan keberuntungan seperti anak anak yang lainnya, bahkan tidak jarang pula banyak orang tua yang tidak menginginkan atau belum siap untuk menjadi orang tua, salah satunya orang tua ku.

Aku terlahir tidak sempurna, orang tua ku tidak menginginkan aku terlahir di dunia. Terutama Ayah ku. Dia menginginkan aku tidak terlahir. Beliau bahkan pernah mencoba untuk membuang ku, namun Tuhan berkata lain. Aku selalu kembali ke dalam kehidupannya, hingga suatu ketika..

Gangnam, 1995.

Hari ini hujan turun dengan lebatnya, Eomma membawaku ke suatu tempat dimana Appa tidak menemukan ku, Appa selalu memukuli ku setiap hari, kadang Eomma tidak luput juga terkena imbas karena selalu melindungi ku, hari ini Eomma membawa ku pergi sejauh mungkin.

“Eomma, kita mau kemana?” tanya ku pada Eomma yang menggandeng tangan ku berjalan ke suatu tempat, namun Eomma hanya terdiam tidak menjawab..

Beliau membawa ku kesebuah rumah di kawasan Gangnam, rumah itu kecil dan jauh dari perkotaan, “makan lah!” ucap Eomma pada ku, ternyata dia sudah menyiapkan makanan untuk ku. Aku pun langsung menyantap makanan yang Eomma siapkan,

“Ini!” dia memberikan ku sebuah buku bacaan, ‘KIRA’ judul dari bacaan yang Eomma berikan pada ku, saat itu hujan masih turun dengan derasnya,

“Ji Ha Kyung!”

‘Brak’seseorang membuka pintu dengan kasarnya, “sudah aku katakan kenapa kau masih mengurus anak cacat seperti itu?” ucapnya, seorang pria paruh baya menyeret tubuh Eomma menjauh dari diri ku,

“Kau bilang kau akan kembali pada ku?” sambungnya,

“Kau bilang kau akan pulang, tapi kenapa kau masih membawa dia?” pria paruh baya itu berteriak lagi, sebuah pukulan hebat mendarat di tubuh Eomma yang kurus di hadapan ku. Aku pun geram melihat dia memukuli Eomma, dia pun menyeret Eomma keluar dari rumah, hujan membasahi tubuh mereka,

“Aboeji!” teriak ku saat mengikuti mereka keluar rumah. Dia pun berhenti dan menatap ku tajam, di bawah hujan yang deras.

“Berhentilah menyakiti Eommoni seperti itu!” teriak ku. Appa mendorong tubuh ku hingga terjatuh, dan Appa menyeret Eomma kembali menuju jalan namun, tiba tiba “Brak” sebuah mobil menabrak tubuh Appa tepat di hadapan ku dan Eomma, Eomma teriak melihat tubuh suaminya tertabrak oleh mobil itu, dan aku hanya terdiam di sana, antara sedih dan bahagia aku pun tidak tahu. Setelah kejadian itu Eommoni pergi meninggalkan aku sendiri dengan kondisi yang tubuh ku yang seperti ini.

Seoul, 2010

Sudah hampir 15 tahun semenjak Eommoni meninggalkan aku sendiri. Tidak banyak yang berubah, aku harus menjalani hidup ku sendiri di dunia yang keras ini. Aku pun berhenti untuk sekolah, para orang tua tidak menginginkan anak anaknya berteman dengan orang yang aneh seperti ku, tidak ayal banyak orang yang mencibir dengan keanehan yang ada di dalam tubuh ku.

Dunia ini memang begitu kejam, orang seperti ku pun tidak mungkin di izinkan untuk hidup di dunia ini, namun aku harus tetap bertahan dengan kondisi yang aku rasakan saat ini, dengan cara apa pun aku harus berjuang.

Bank Century, 09.00 KST.

Suasananya begitu ramai, mereka melakukan aktifitas seperti biasanya. Teller sedang sibuk melakukan layanan keuangan, antriannya lumayan banyak. Sementara yang lainnya sedang duduk duduk untuk mendapatkan gilirannya, suasana Bank itu tiba tiba menjadi aneh, terlihat salah satu orang mengeluarkan tasnya dan berdiri di tengah tengah sedangkan para pengunjung yang lainnya memasukkan uang serta perhiasan yang mereka punya ke dalam tas si pria itu begitu pun dengan Teller Bank tersebut memasukkan uangnya tanpa pemaksaan sedikit pun, mereka seperti terhipnotis oleh sesuatu, dan si pria tersebut menyerahkan tasnya kepada pria yang tidak dia kenal yang menunggunya di luar. Sang pria yang tidak di kenal pun meninggalkan dia, dan suasana pun kembali normal kembali dan Suasanya menjadi gaduh.

My Father My Hero

   Musim semi, 12 april 2000. Awal dimana kehidupan ku berubah untuk terakhir kalinya aku harus kehilangan orang yang paling aku sayangi, untuk terakhir kalinya aku melihat senyum manisnya dan untuk terakhir kalinya ku rasakan sentuhan juga pelukannya. Eommoni, beliau meninggalkan kami semua dan membawa semua kenangan bersamanya. Dan memberikan kami sebuah hadiah yang sangat indah yaitu seorang bayi mungil yang tampan, kami menamainnya Ji Ha Neul.

  Eommoni menginggal sehari setelah melahirkan Ha Neul, dia menderita kanker rahim stadium 4. Dokter bahkan pernah menyarankan untuk pengangkatan rahinnya, tapi beliau menolaknya karena pada saat itu dia sedang mengandung Ha Neul 4bulan dan eomma ingin mempertahankan bayi itu dengan nyawa sebagai taruhannya. Beliau meningkal kami semua, aku, appa, hyung, juga Ha Neul.

  Semenjak kematian eomma, appa menggantikan posisi eomma di rumah, sebagai seorang ibu rumah tangga yang mengurus ketiga putranya. Beliau tidak pernah mengeluh sedikit pun dengan pekerjaannya, bahkan ketika menghadapi sikap hyung yang sangat keras kepala. Hyung dan aku terpaut umur 4tahun, meskipun kami saudara kandung tapi kami selalu tidak pernah akur, kami bahkan sering berselisih tentang sesuatu yang berhubungan dengan appa. 

Hyung tipe orang yang sangan egois, juga pemarah. Dia tidak segan u tuk membentak dan mengancam appa jika keinginannya tidak terpenuhi dan appa selalu menuruti apa yang hyung ingin kan.

Appa, bukan kau sudah berjanji akan memberikan ku uang?” tanyanya pada appa dengan nada sedikit membentak

Hyung bisakah kau tidak membentak abeoji?” pinta ku dengan nada sedikit kesal

Kau anak kecil diam saja, sana urus adik kecil mu saja!” bentaknya

Kau tidak lihat kalau abeoji baru pulang bekerja?” ucap ku sambil menunjuk ke arah appa yang tengan duduk

Kau mau aku pukul?” bentaknya sambil mengankat tangannya hendak memukul

Sudah sudah hentikan mengapa kalian selalu bertengkar, kalian kan bersaudara?” ucap appa

Ji Ha Won bukannya baru kemari appa memberi mu uang, sudah habis?” tanya appa

Sudah!” jawabnya

Untuk apa?” tanya appa

Untuk kepentingan pribadi ku” jawabnya

Kalau abeoji tidak mau memberikan aku uang, aku akan keluar dari rumah ini?” ancamnya

Baiklah kau perlu berapa?”tanyanya

500 ribu won” pintanya

Mwo? 500rb won?” kata ku kaget

Untuk apa hyung meminta uang sebanyak itu?”

“Bukan urusan mu!!” bentaknya

Baiklah akan appa berikan” ucapnya

Abeoji!!” panggilku

Sudahlah Ha Yeol!” ucap ayah menenangkan ku. Lalu dia pun memberikan lembaran uang pada hyung, dia pun tersenyum lebar dan pergi

Mengapa abeoji memberikan uang sebanyak itu untuk hyung?” tanyaku

Sudahlah, bagaimana Ha Neul?” tanyanya

Dia sudah tidur” 

“Gomawo sudah menjaga adik mu Ha Neul”

    Semenjak eomma meninggal 4bulan yang lalu, aku yang mengurus Ha Neul bergantian dengan abeoji. Kadang ketika aku bersekolah Ha Neul suka di bawa oleh abeoji  ke tempat kerjanya, meskipun terkadang beliau selalu mendapatkan teguran dari atasannya karena membawa Ha Neul bekerja, dan ada pula sebagian orang yang merasa kasihan melihatnya. Terkadang Ha Neul pun aku bawa ke sekolah  dan selalu aku titipkan ke ahjumma penjaga kantin yang sudah menganggapku sebagai anaknya. Sedangkan hyung? Dia tidak pernah mau berurusan dengan Ha Neul, bagi dia Ha Neul adalah orang yang sudah menyebabkan eomma meninggal dunia.